Sosialisasikan Safety Riding Capella Honda Kunjungi Sekolah Nabilah Kota Batam

Budi Winarto Selaku Safety Riding Instructor PT CDN Kepri tengah memaparkan materi traiing safety riding ke siswa dan siswi Sekolah Nabilah

Batam – Terus berkomitmen dalam mengkampanyekan safety riding ke masyarakat luas, PT Capella Dinamik Nusantara selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda Wilayah Kepulauan Riau kembali melakukan sosialisasi safety riding, Kali ini giliran siswa dan siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pagi-pagi tim Safety Riding Capella Honda sudah bertandang ke sekolah Nabilah yang terletak di komplek perumahan Duta Mas. Hal ini berkaitan dengan program Safety Riding goes to School tim tersebut di tahun 2018 ini. Di Januari lalu tim Safety Riding Capella Honda telah melaksanakan edukasi di beberapa sekolah di Batam dan Bintan. Di Februari ini giliran SMP & SMA Nabilah yang dikunjungi.

Foto bersama dengan seluruh peserta dari SMA Nabilah
Foto bersama dengan seluruh peserta dari SMA Nabilah

Namun ada yang beda dari sekolah-sekolah lain yang biasanya memberi waktu edukasi safety riding di hari Sabtu, sekolah Nabilah justru memberi waktu di hari Kamis karena bertepatan dengan jam olahraga setelah shalat dhuha. Hampir 100 siswa-siswi mengikuti edukasi yang materinya dirancang sesuai dengan segmen pesertanya ini. Materi presentasi yang diselingi dengan tayangan video biasanya akan mengurangi rasa bosan.

Awalnya para siswa dikenalkan dengan tagline Safety Riding Honda yang kick-offnya dilakukan tahun lalu yaitu #CaRi_aMaN saat naik motor. Setelahnya paparan tentang pengetahuan keselamatan berkendara mengalir diselingi canda dari instruktur Safety Riding Capella Honda wilayah Kepri Budi Winarto. Dan bukan remaja namanya kalau tidak ada pertanyaan-pertanyaan menggelitik penuh rasa ingin tahu.

Foto bersama dengan seluruh peserta dari SMP Nabilah
Foto bersama dengan seluruh peserta dari SMP Nabilah

Seperti saat pemaparan teknik pengereman, ada siswi yang bertanya kenapa rem depan harus sedikit lebih kuat dari pada rembelakang? Padahal, menurut siswi tersebut, rem depan berisiko terjungkal jika ditarik kuat. Setelah diterangkan bahwa saat menarik tuas rem depan harus bersamaan dengan menekan pedal/tuas rem belakang sebagai penyeimbang barulah si siswi bisa mengerti.

Menariknya, saat instruktur memaparkan kondisi-kondisi yang berpotensi bahaya seperti blind spot (titik buta), ada seorang siswa yang mampu dengan tepat menjelaskan bagaimana cara mengetahui jika kita berada di posisi blind spot saat berkendara di jalan raya.

“Jika kita tidak dapat melihat wajah pengemudi kendaraan di depan kita di kaca spionnya, maka kita berada di posisi blind spot” kata Budi menirukan siswa tersebut.

Budi Winarto Selaku Safety Riding Instructor PT CDN Kepri tengah memaparkan materi traiing safety riding ke siswa dan siswi Sekolah Nabilah
Budi Winarto Selaku Safety Riding Instructor PT CDN Kepri tengah memaparkan materi traiing safety riding ke siswa dan siswi Sekolah Nabilah

“Baru kali ini saya mengajar di sekolah yang siswanya bisa menjelaskan dengan tepat tentang posisi blind spot” sambung Budi lagi.

Karenanya si siswa mendapat hadiah dari tim Safety Riding Capella Honda. A. Raqib, S.Pd.I. wakil kepala sekolah SMP Nabilah dalam sambutannya menilai edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi para siswa, mengingat sudah banyak siswa/siswi yang menggunakan sepeda motor, meskipun pihak sekolah sendiri melarang siswa membawa sepeda motor ke sekolah. #CaRi_aMaN_dulu_kejar_prestasi_kemudian.

“SUDAHKAH ANDA CARI_AMAN SAAT INI” ehhehe keeep safety riding gaes

Leave a Reply